Banyak pengusaha mengaku memulai bisnis UMKM itu mudah. Salah satunya adalah Nopa Permana, pendiri Cilok Cepot Bandung yang 13 Mei 2020 lalu berbagi tips di IG Live #PuasaBarengPaxel.

Cilok Cepot mulai didirikan tahun 2014 dan hingga saat ini telah dinikmati di berbagai kota di Indonesia. “6 tahun ini prosesnya jatuh bangun. Sebelum akhirnya berjualan cilok, saya sempat coba berbagai macam bisnis termasuk rental komputer. Berkali-kali gagal, tapi untungnya dari awal saya sadar bahwa gagal itu sudah pasti terjadi dan akan jadi bagian dari perjalanan bisnis apapun. Akhirnya saya coba ulik peluang lain dan bertahan dengan jualan cilok sampai hari ini.”

Nopa mengaku, bersikap tidak idealis adalah prinsip yang dipegangnya sejak dulu. “Kalau idealis, produk yang kita mau jual gak laku, kita akan cenderung ngotot dan akhirnya buang waktu. Padahal daripada ngotot, lebih baik kita pakai waktunya untuk gali peluang lain. Karena bisnis juga jodoh-jodohan, anggaplah saat kita gagal itu berarti bukan jodoh kita, bukan rezeki kita. Tapi ‘kan yang namanya rezeki atau jodoh tetap harus dicari. ”

Hal lain yang sangat penting untuk dilakukan sejak awal menurut Nopa adalah menentukan 2P dari bisnis yang dibangun: Produk dan Pasar. “Kalau sudah tahu persis seperti apa produk kita, siapa konsumennya, bagaimana cara menjualnya, di mana dan sama siapa kita mau melakukan promosi, saya yakin kita bisa menuai hasilnya dengan lebih mudah dan cepat.” Setelah menetapkan 2P tersebut, Nopa mengaku dirinya bisa bekerja dengan lebih efisien. “Kalau kita jual barang ke orang yang salah, sampai kapanpun barang kita gak akan laku. Kalaupun beli, itu tidak akan continue sementara kita pasti mau punya pelanggan yang setia,” lanjutnya.

Mengenai banyak pengusaha yang menggantungkan diri pada modal, Nopa beranggapan hal tersebut tidak sepenuhnya benar. “Modal berupa uang memang perlu, tapi besar atau kecilnya itu relatif. Sayangnya beberapa orang kadang lupa bahwa ‘modal’ di kala membangun bisnis itu bukan hanya uang. Support system berupa SDM juga tidak kalah penting. Kalau saya, sebisa mungkin mengkaryakan orang-orang terdekat seperti istri atau saudara untuk bantu mengembangkan bisnis. Ajak mereka untuk ikut memasarkan produk kita di luar sana. Hal ini tentu bisa menekan cost sehingga uang yang kita punya bisa dipakai yang lain, misalnya membeli bahan makanan untuk produksi.”

Dan terkait pandemi yang saat ini terjadi, Nopa mengaku dirinya dan tim memilih untuk fokus pada jalur online. “Jika berjualan offline sulit karena PSBB, maka kita harus fokus pada jalur yang lain. Dan ketimbang melihat sikon saat ini sebagai ‘cobaan’, saya lebih memilih untuk melihat ini sebagai satu ‘tantangan’. Karena hal yang menantang akan memicu kreativitas kita.”

Sejak dipasarkan di PaxelMarket , Nopa mengaku kebanjiran order! “Sulitnya masa pandemi ini jauh berkurang karena pemesanan Cilok Cepot terus ada. Tak hanya dari wilayah Bandung, saya pun menerima order dari kota-kota lain yang masuk dalam jangkauan kirim Paxel.”

Bergabung di PaxelMarket, diakuinya sebagai solusi cerdas untuk melebarkan bisnis. “Tanpa perlu banyak modal, produk saya kini bisa dinikmati banyak orang di banyak kota dengan cepat dan aman. Otomatis, pendapatan Cilok Cepot pun bisa diraih dalam waktu yang lebih cepat dan kami bisa bekerja dengan lebih efisien!”

Banyak pengusaha mengaku memulai bisnis UMKM itu mudah. Salah satunya adalah Nopa Permana, pendiri Cilok Cepot Bandung yang 13 Mei 2020 lalu berbagi tips di IG Live #PuasaBarengPaxel.

Cilok Cepot mulai didirikan tahun 2014 dan hingga saat ini telah dinikmati di berbagai kota di Indonesia. “6 tahun ini prosesnya jatuh bangun. Sebelum akhirnya berjualan cilok, saya sempat coba berbagai macam bisnis termasuk rental komputer. Berkali-kali gagal, tapi untungnya dari awal saya sadar bahwa gagal itu sudah pasti terjadi dan akan jadi bagian dari perjalanan bisnis apapun. Akhirnya saya coba ulik peluang lain dan bertahan dengan jualan cilok sampai hari ini.”

Nopa mengaku, bersikap tidak idealis adalah prinsip yang dipegangnya sejak dulu. “Kalau idealis, produk yang kita mau jual gak laku, kita akan cenderung ngotot dan akhirnya buang waktu. Padahal daripada ngotot, lebih baik kita pakai waktunya untuk gali peluang lain. Karena bisnis juga jodoh-jodohan, anggaplah saat kita gagal itu berarti bukan jodoh kita, bukan rezeki kita. Tapi ‘kan yang namanya rezeki atau jodoh tetap harus dicari. ”

Hal lain yang sangat penting untuk dilakukan sejak awal menurut Nopa adalah menentukan 2P dari bisnis yang dibangun: Produk dan Pasar. “Kalau sudah tahu persis seperti apa produk kita, siapa konsumennya, bagaimana cara menjualnya, di mana dan sama siapa kita mau melakukan promosi, saya yakin kita bisa menuai hasilnya dengan lebih mudah dan cepat.” Setelah menetapkan 2P tersebut, Nopa mengaku dirinya bisa bekerja dengan lebih efisien. “Kalau kita jual barang ke orang yang salah, sampai kapanpun barang kita gak akan laku. Kalaupun beli, itu tidak akan continue sementara kita pasti mau punya pelanggan yang setia,” lanjutnya.

Mengenai banyak pengusaha yang menggantungkan diri pada modal, Nopa beranggapan hal tersebut tidak sepenuhnya benar. “Modal berupa uang memang perlu, tapi besar atau kecilnya itu relatif. Sayangnya beberapa orang kadang lupa bahwa ‘modal’ di kala membangun bisnis itu bukan hanya uang. Support system berupa SDM juga tidak kalah penting. Kalau saya, sebisa mungkin mengkaryakan orang-orang terdekat seperti istri atau saudara untuk bantu mengembangkan bisnis. Ajak mereka untuk ikut memasarkan produk kita di luar sana. Hal ini tentu bisa menekan cost sehingga uang yang kita punya bisa dipakai yang lain, misalnya membeli bahan makanan untuk produksi.”

Dan terkait pandemi yang saat ini terjadi, Nopa mengaku dirinya dan tim memilih untuk fokus pada jalur online. “Jika berjualan offline sulit karena PSBB, maka kita harus fokus pada jalur yang lain. Dan ketimbang melihat sikon saat ini sebagai ‘cobaan’, saya lebih memilih untuk melihat ini sebagai satu ‘tantangan’. Karena hal yang menantang akan memicu kreativitas kita.”

Sejak dipasarkan di PaxelMarket , Nopa mengaku kebanjiran order! “Sulitnya masa pandemi ini jauh berkurang karena pemesanan Cilok Cepot terus ada. Tak hanya dari wilayah Bandung, saya pun menerima order dari kota-kota lain yang masuk dalam jangkauan kirim Paxel.”

Bergabung di PaxelMarket, diakuinya sebagai solusi cerdas untuk melebarkan bisnis. “Tanpa perlu banyak modal, produk saya kini bisa dinikmati banyak orang di banyak kota dengan cepat dan aman. Otomatis, pendapatan Cilok Cepot pun bisa diraih dalam waktu yang lebih cepat dan kami bisa bekerja dengan lebih efisien!”

Older Post Terbaru