Sebelum menjadi Happiness Hero di bulan November 2018, Sukmayandi bekerja sebagai kurir distributor ponsel. Setiap hari ia mengantar banyak barang yang nilainya jika ditotal mencapai puluhan juta Rupiah.

Secara penghasilan, ia mengaku saat itu lebih dari cukup. “Tapi selama menjalankannya, hati saya selalu gelisah dan merasa penghasilan yang saya dapatkan kurang diberkahi oleh Allah Swt. Karena membawa ‘beban’ yang sangat bernilai, saya lalai dalam ibadah. Saya khawatir, jika waktu sholat datang dan saya mampir ke masjid, puluhan ponsel yang saya bawa akan hilang diambil orang. Alhasil, fokus saya saat itu hanyalah bekerja dan bekerja, tanpa sempat mengingat ibadah,” ungkapnya.  

Di sisi lain, selama menjalankan pekerjaan tersebut ia merasa keluarganya pun sering mendapat kesulitan. “Banyak yang sering sakit dan lama-lama saya berpikir itu terjadi karena uang yang saya dapat kurang berkah. Apalagi, selama menjalankan pekerjaan itu, saya sadar saya sering sekali mengeluh. Saat panas, saya mengeluh takut ponsel yang saya bawa rusak, dan saat hujan saya selalu mengeluh karena waktu akan habis untuk menepi di jalan.”

Beruntung, pria yang akrab dipanggil Yandi ini dikenalkan kepada Paxel oleh seorang teman. Awalnya ia mengaku tidak berharap apa-apa selain bisa dapat pekerjaan baru, tetapi saat mengikuti training di 3 hari pertama, Yandi langsung merasa cocok, senang, dan semangat untuk bekerja!

“Dari training itu saya langsung disadarkan bahwa bekerja sama dengan ibadah. Apapun tugas yang sedang kita hadapi harus dijalani dengan ikhlas, senang, dan niatkan untuk semata-mata mencari berkah Allah Swt. Itu yang belum pernah saya sadari dan lakukan sebelumnya.”

Tak perlu waktu lama, Yandi yang saat ini bertugas di PH Cikokol merasakan bahagia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. “Saya melihat istri saya sangat mendukung pekerjaan baru saya sebagai Hero dan anak saya pun bangga dengan apa yang saya kerjakan. Jujur, secara penghasilan, apa yang saya dapat sekarang lebih kecil dibandingkan saat menjadi kurir distributor ponsel. Tapi entah kenapa, hidup terasa lebih bahagia, langkah pun lebih ringan, dan yang terpenting saya sekeluarga selalu merasa tercukupi dengan berapapun uang yang saya hasilkan sekarang,” jelas Yandi.

Nilai #antarkankebaikan yang diangkat oleh Paxel sangat berarti baginya. Yandi mengatakan dirinya sekarang sangat bersemangat untuk berlomba-lomba antarkan kebaikan. “Saya tidak mau mengulangi kesalahan saya yang dulu. Sekarang, saya ingin meningkatkan ibadah karena saya yakin dengan terus berbuat kebaikan, rezeki akan datang dengan sendirinya dan tidak akan tertukar.”

Ketika ia berusaha mengejar peringkat Hero, istrinya mengingatkannya untuk lebih meningkatkan ibadah ketimbang pusing mengejar tingkatan Hero. “Istri saya pun menanamkan nilai #antarkankebaikan dalam dirinya. Saya langsung merasa ‘tertampar’. Benar juga, “naik peringkat” bisa datang dari mana saja. Contohnya saat saya bagikan referral code ke teman-teman dan ternyata kode tersebut banyak dipakai, dari situ saya mendapat rezeki. Itu sama dengan saya “naik peringkat” walaupun dalam bentuk yang berbeda.”

Sekarang, Yandi menjadi orang yang lebih bersyukur. “Semua karena nilai-nilai yang ditanamkan oleh Paxel, kini saya menjalani pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Dan saya yakin, menjadi seorang Hero adalah pekerjaan paling berkah yang pernah saya jalani!”

Sebelum menjadi Happiness Hero di bulan November 2018, Sukmayandi bekerja sebagai kurir distributor ponsel. Setiap hari ia mengantar banyak barang yang nilainya jika ditotal mencapai puluhan juta Rupiah.

Secara penghasilan, ia mengaku saat itu lebih dari cukup. “Tapi selama menjalankannya, hati saya selalu gelisah dan merasa penghasilan yang saya dapatkan kurang diberkahi oleh Allah Swt. Karena membawa ‘beban’ yang sangat bernilai, saya lalai dalam ibadah. Saya khawatir, jika waktu sholat datang dan saya mampir ke masjid, puluhan ponsel yang saya bawa akan hilang diambil orang. Alhasil, fokus saya saat itu hanyalah bekerja dan bekerja, tanpa sempat mengingat ibadah,” ungkapnya.  

Di sisi lain, selama menjalankan pekerjaan tersebut ia merasa keluarganya pun sering mendapat kesulitan. “Banyak yang sering sakit dan lama-lama saya berpikir itu terjadi karena uang yang saya dapat kurang berkah. Apalagi, selama menjalankan pekerjaan itu, saya sadar saya sering sekali mengeluh. Saat panas, saya mengeluh takut ponsel yang saya bawa rusak, dan saat hujan saya selalu mengeluh karena waktu akan habis untuk menepi di jalan.”

Beruntung, pria yang akrab dipanggil Yandi ini dikenalkan kepada Paxel oleh seorang teman. Awalnya ia mengaku tidak berharap apa-apa selain bisa dapat pekerjaan baru, tetapi saat mengikuti training di 3 hari pertama, Yandi langsung merasa cocok, senang, dan semangat untuk bekerja!

“Dari training itu saya langsung disadarkan bahwa bekerja sama dengan ibadah. Apapun tugas yang sedang kita hadapi harus dijalani dengan ikhlas, senang, dan niatkan untuk semata-mata mencari berkah Allah Swt. Itu yang belum pernah saya sadari dan lakukan sebelumnya.”

Tak perlu waktu lama, Yandi yang saat ini bertugas di PH Cikokol merasakan bahagia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. “Saya melihat istri saya sangat mendukung pekerjaan baru saya sebagai Hero dan anak saya pun bangga dengan apa yang saya kerjakan. Jujur, secara penghasilan, apa yang saya dapat sekarang lebih kecil dibandingkan saat menjadi kurir distributor ponsel. Tapi entah kenapa, hidup terasa lebih bahagia, langkah pun lebih ringan, dan yang terpenting saya sekeluarga selalu merasa tercukupi dengan berapapun uang yang saya hasilkan sekarang,” jelas Yandi.

Nilai #antarkankebaikan yang diangkat oleh Paxel sangat berarti baginya. Yandi mengatakan dirinya sekarang sangat bersemangat untuk berlomba-lomba antarkan kebaikan. “Saya tidak mau mengulangi kesalahan saya yang dulu. Sekarang, saya ingin meningkatkan ibadah karena saya yakin dengan terus berbuat kebaikan, rezeki akan datang dengan sendirinya dan tidak akan tertukar.”

Ketika ia berusaha mengejar peringkat Hero, istrinya mengingatkannya untuk lebih meningkatkan ibadah ketimbang pusing mengejar tingkatan Hero. “Istri saya pun menanamkan nilai #antarkankebaikan dalam dirinya. Saya langsung merasa ‘tertampar’. Benar juga, “naik peringkat” bisa datang dari mana saja. Contohnya saat saya bagikan referral code ke teman-teman dan ternyata kode tersebut banyak dipakai, dari situ saya mendapat rezeki. Itu sama dengan saya “naik peringkat” walaupun dalam bentuk yang berbeda.”

Sekarang, Yandi menjadi orang yang lebih bersyukur. “Semua karena nilai-nilai yang ditanamkan oleh Paxel, kini saya menjalani pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Dan saya yakin, menjadi seorang Hero adalah pekerjaan paling berkah yang pernah saya jalani!”

Older Post Terbaru