Pendiri “Pisang Goreng Madu Bu Nanik”, Ibu Nanik Soelistiowati, mendorong pengusaha UKM Indonesia untuk berani melebarkan sayap bisnisnya. Menurutnya, UKM Indonesia tidak perlu takut untuk ekspansi, asal dihitung dengan cermat dan berkolaborasi dengan partner yang tepat. 

Meskipun gerainya berada di Jakarta, popularitas pisang goreng madu buatannya yang dikenal dengan sebutan “Si Hitam Manis” ini terdengar hingga ke kota-kota lain di Indonesia. Banyaknya permintaan konsumen di luar kota yang semakin tinggi, akhirnya membuat Bu Nanik memberanikan diri untuk ekspansi mulai Oktober 2019 lalu. Ia mengaku butuh waktu 12 tahun untuk akhirnya berani melakukan ini.

Berbisnis makanan memang gampang-gampang susah, terlebih jika masih berada pada skala kecil menengah. Pasalnya, memasarkan makanan ke luar kota buka hal yang mudah. Kendala pengiriman menjadi hal besar yang harus dipikirkan.

Bu Nanik mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyediakan layanan delivery, namun dengan area yang terbatas, yaitu di sekitar Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan ada minimum order yang harus dipenuhi.

“Saya sadar harus ada aksi yang lebih besar lagi kalau mau ada progress bisnis yang pesat. Untungnya saya ketemu partner yang bisa mewujudkan rencana ini. Tadinya tidak terpikir bagaimana pisang goreng saya bisa sampai ke Surabaya, bahkan Bali yang di luar Pulau Jawa, dalam kondisi masih baik. Sampai akhirnya ketemu Paxel dan yakin bahwa ini adalah solusi yang tepat,” ujar Bu Nanik.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik sendiri awalnya diproduksi karena ia ingin membuat camilan enak dan manis bagi sang ibu yang menderita diabetes.

“Akhirnya, saya mengganti gula dengan madu, rasa pisang goreng madu pun lebih enak dan renyah. Di awal berjualan pisang goreng madu sangat susah untuk meyakinkan konsumen karena penampilannya tidak cantik. Ngapain sih jualan makanan gosong, katanya, dikasih tester pun orang banyak yang menolak. Makanya pisang goreng madu saya sebut ‘Si Hitam Manis’,” lanjutnya.

Sebelumya, dalam sehari Bu Nanik biasa mengirimkan tiga ton pisang mentah untuk area Jabodetabek. Setelah berekspansi, meningkat menjadi setidaknya empat ton pisang mentah sehari. Artinya, terjadi peningkatan hingga 33% pengiriman pisang mentah dalam sehari. Pisang Goreng Madu Bu Nanik, kini bisa dinikmati di 12 kota daerah Jawa, Bali, hingga Makassar. Ekspansi kuliner ini dilakukan melalui kerjasama dengan Paxel selaku perusahaan logistik pelopor sameday delivery antarkota di Indonesia.

Bu Nanik mengaku Paxel seperti perpanjangan tangannya. “Nggak perlu pusing buka toko, produk saya kini bisa keluar kota dan saya pun bisa tenang karena yakin barang akan sampai dalam kondisi baik. Ini adalah solusi yang sangat cerdas karena saya bisa tetap fokus di Jakarta mengurus produksi dan operasional, sementara jualan terus berjalan!”

Sahabat Paxel, cicipi lezatnya pisang goreng madu ini yuk. Meskipun saat ini produksinya sedang ditiadakan terkait pandemi yang sedang terjadi, setelah badai Covid-19 berlalu, Pisang Goreng Bu Nanik bisa kembali dipesan dan dinikmati melalui 1 klik mudah di Paxel Market. Jangan sampai kehabisan ya!

Pendiri “Pisang Goreng Madu Bu Nanik”, Ibu Nanik Soelistiowati, mendorong pengusaha UKM Indonesia untuk berani melebarkan sayap bisnisnya. Menurutnya, UKM Indonesia tidak perlu takut untuk ekspansi, asal dihitung dengan cermat dan berkolaborasi dengan partner yang tepat. 

Meskipun gerainya berada di Jakarta, popularitas pisang goreng madu buatannya yang dikenal dengan sebutan “Si Hitam Manis” ini terdengar hingga ke kota-kota lain di Indonesia. Banyaknya permintaan konsumen di luar kota yang semakin tinggi, akhirnya membuat Bu Nanik memberanikan diri untuk ekspansi mulai Oktober 2019 lalu. Ia mengaku butuh waktu 12 tahun untuk akhirnya berani melakukan ini.

Berbisnis makanan memang gampang-gampang susah, terlebih jika masih berada pada skala kecil menengah. Pasalnya, memasarkan makanan ke luar kota buka hal yang mudah. Kendala pengiriman menjadi hal besar yang harus dipikirkan.

Bu Nanik mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyediakan layanan delivery, namun dengan area yang terbatas, yaitu di sekitar Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan ada minimum order yang harus dipenuhi.

“Saya sadar harus ada aksi yang lebih besar lagi kalau mau ada progress bisnis yang pesat. Untungnya saya ketemu partner yang bisa mewujudkan rencana ini. Tadinya tidak terpikir bagaimana pisang goreng saya bisa sampai ke Surabaya, bahkan Bali yang di luar Pulau Jawa, dalam kondisi masih baik. Sampai akhirnya ketemu Paxel dan yakin bahwa ini adalah solusi yang tepat,” ujar Bu Nanik.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik sendiri awalnya diproduksi karena ia ingin membuat camilan enak dan manis bagi sang ibu yang menderita diabetes.

“Akhirnya, saya mengganti gula dengan madu, rasa pisang goreng madu pun lebih enak dan renyah. Di awal berjualan pisang goreng madu sangat susah untuk meyakinkan konsumen karena penampilannya tidak cantik. Ngapain sih jualan makanan gosong, katanya, dikasih tester pun orang banyak yang menolak. Makanya pisang goreng madu saya sebut ‘Si Hitam Manis’,” lanjutnya.

Sebelumya, dalam sehari Bu Nanik biasa mengirimkan tiga ton pisang mentah untuk area Jabodetabek. Setelah berekspansi, meningkat menjadi setidaknya empat ton pisang mentah sehari. Artinya, terjadi peningkatan hingga 33% pengiriman pisang mentah dalam sehari. Pisang Goreng Madu Bu Nanik, kini bisa dinikmati di 12 kota daerah Jawa, Bali, hingga Makassar. Ekspansi kuliner ini dilakukan melalui kerjasama dengan Paxel selaku perusahaan logistik pelopor sameday delivery antarkota di Indonesia.

Bu Nanik mengaku Paxel seperti perpanjangan tangannya. “Nggak perlu pusing buka toko, produk saya kini bisa keluar kota dan saya pun bisa tenang karena yakin barang akan sampai dalam kondisi baik. Ini adalah solusi yang sangat cerdas karena saya bisa tetap fokus di Jakarta mengurus produksi dan operasional, sementara jualan terus berjalan!”

Sahabat Paxel, cicipi lezatnya pisang goreng madu ini yuk. Meskipun saat ini produksinya sedang ditiadakan terkait pandemi yang sedang terjadi, setelah badai Covid-19 berlalu, Pisang Goreng Bu Nanik bisa kembali dipesan dan dinikmati melalui 1 klik mudah di Paxel Market. Jangan sampai kehabisan ya!

Older Post Terbaru