Sahabat Paxel, Sigit Prabowo dari Paxel Home Mangga Dua, Jakarta, mengaku semakin senang dan semangat bekerja sejak menjadi Happiness Hero!

Pria yang bergabung dengan Paxel sejak Maret 2019 ini mengaku tidak pernah terbayang kalau suatu saat akan mendapat banyak kesempatan untuk bekerja sambil beramal #antarkankebaikan ke banyak orang.

“Sebelumnya saya bekerja sebagai teknisi dan sales spare part mobil, tetapi terkena PHK. Sekarang, saya merasa kejadian itu memang sudah diatur untuk membuka kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan berkah,” ucap Sigit. Ia mengaku sebelumnya pernah menjadi kurir dan enjoy menjalaninya. “Kerjanya gak membosankan dan bisa punya banyak kenalan baru.”

Bersyukur, hanya 1 minggu setelah terkena PHK, Sigit langsung diterima bekerja sebagai Happiness Hero setelah diajak oleh saudaranya yang sudah lebih dahulu menjadi Hero. “Motivasi saya adalah anak. Saya harus bisa memenuhi kebutuhan susunya yang tidak sedikit, dan karena istri saya ibu rumah tangga dan tidak berpenghasilan, otomatis saya tidak mungkin nganggur terlalu lama.”

 

Ternyata siapa sangka, bekerja sebagai Hero tidak hanya memberikan rezeki yang cukup baginya, tetapi juga membuatnya ingat untuk sering bersyukur karena bisa memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. “Meskipun ada customer yang suka marah kalau terjadi kesalahan dalam pengiriman barang dan menumpahkannya ke saya sebagai Hero, tetapi lebih banyak lagi customer yang baik hati dan menghargai pekerjaan seperti saya ini. Saya jadi semakin semangat kerja!,” ujar Sigit.

Ada perasaan senang ketika melihat customer senang dengan paket yang diterimanya. Sigit mengaku, dirinya pun pernah melakukan kesalahan. “Saya pernah menghilangkan paket customer karena tertinggal di kereta di Bogor. Di sini saya belajar untuk tanggung jawab meskipun tau banyak resiko buruk yang bisa saya hadapi nantinya.”

Menjadi Hero mengajarkan Sigit untuk lebih menghargai waktu, jujur, dan bertanggung jawab. “Semua pekerjaan pasti begitu, tetapi sebagai Hero saya rasa harus lebih ekstra lagi karena paket adalah amanah. Dan kelalaian waktu bisa berimbas ke banyak hal. Sikap yang tidak jujur pun akan merugikan perusahaan secara keseluruhan nantinya.”

Untungnya, kejadian barang tertinggal di kereta itu berakhir dengan baik dan Sigit dimaafkan oleh customer. “Itu pelajaran berharga dan saya berjanji itu adalah pertama dan terakhir kalinya.”

Satu tahun ini bekerja sebagai Happiness Hero, Sigit bersyukur sudah bisa kredit motor baru. Saat ini fokus Sigit adalah mengumpulkan uang untuk keluarga dan berharap bisa buka usaha kuliner kecil-kecilan. “Kalau nanti saya bisa buka usaha sendiri, saya tetap berniat menjadi Hero karena saya mau terus #antarkankebaikan ke lebih banyak lagi customer!”

Seperti namanya, kurir Paxel layaknya pahlawan pembawa kebahagiaan (happiness hero). Paxel meyakini paket adalah titipan yang harus dijaga dan diantar dengan aman ke tujuan. Apapun isinya, Happiness Hero bertanggung jawab untuk memastikan paket sampai dengan selamat dan bisa membawa keceriaan di wajah penerimanya.

Sahabat Paxel, Sigit Prabowo dari Paxel Home Mangga Dua, Jakarta, mengaku semakin senang dan semangat bekerja sejak menjadi Happiness Hero!

Pria yang bergabung dengan Paxel sejak Maret 2019 ini mengaku tidak pernah terbayang kalau suatu saat akan mendapat banyak kesempatan untuk bekerja sambil beramal #antarkankebaikan ke banyak orang.

“Sebelumnya saya bekerja sebagai teknisi dan sales spare part mobil, tetapi terkena PHK. Sekarang, saya merasa kejadian itu memang sudah diatur untuk membuka kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan berkah,” ucap Sigit. Ia mengaku sebelumnya pernah menjadi kurir dan enjoy menjalaninya. “Kerjanya gak membosankan dan bisa punya banyak kenalan baru.”

Bersyukur, hanya 1 minggu setelah terkena PHK, Sigit langsung diterima bekerja sebagai Happiness Hero setelah diajak oleh saudaranya yang sudah lebih dahulu menjadi Hero. “Motivasi saya adalah anak. Saya harus bisa memenuhi kebutuhan susunya yang tidak sedikit, dan karena istri saya ibu rumah tangga dan tidak berpenghasilan, otomatis saya tidak mungkin nganggur terlalu lama.”

 

Ternyata siapa sangka, bekerja sebagai Hero tidak hanya memberikan rezeki yang cukup baginya, tetapi juga membuatnya ingat untuk sering bersyukur karena bisa memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. “Meskipun ada customer yang suka marah kalau terjadi kesalahan dalam pengiriman barang dan menumpahkannya ke saya sebagai Hero, tetapi lebih banyak lagi customer yang baik hati dan menghargai pekerjaan seperti saya ini. Saya jadi semakin semangat kerja!,” ujar Sigit.

Ada perasaan senang ketika melihat customer senang dengan paket yang diterimanya. Sigit mengaku, dirinya pun pernah melakukan kesalahan. “Saya pernah menghilangkan paket customer karena tertinggal di kereta di Bogor. Di sini saya belajar untuk tanggung jawab meskipun tau banyak resiko buruk yang bisa saya hadapi nantinya.”

Menjadi Hero mengajarkan Sigit untuk lebih menghargai waktu, jujur, dan bertanggung jawab. “Semua pekerjaan pasti begitu, tetapi sebagai Hero saya rasa harus lebih ekstra lagi karena paket adalah amanah. Dan kelalaian waktu bisa berimbas ke banyak hal. Sikap yang tidak jujur pun akan merugikan perusahaan secara keseluruhan nantinya.”

Untungnya, kejadian barang tertinggal di kereta itu berakhir dengan baik dan Sigit dimaafkan oleh customer. “Itu pelajaran berharga dan saya berjanji itu adalah pertama dan terakhir kalinya.”

Satu tahun ini bekerja sebagai Happiness Hero, Sigit bersyukur sudah bisa kredit motor baru. Saat ini fokus Sigit adalah mengumpulkan uang untuk keluarga dan berharap bisa buka usaha kuliner kecil-kecilan. “Kalau nanti saya bisa buka usaha sendiri, saya tetap berniat menjadi Hero karena saya mau terus #antarkankebaikan ke lebih banyak lagi customer!”

Seperti namanya, kurir Paxel layaknya pahlawan pembawa kebahagiaan (happiness hero). Paxel meyakini paket adalah titipan yang harus dijaga dan diantar dengan aman ke tujuan. Apapun isinya, Happiness Hero bertanggung jawab untuk memastikan paket sampai dengan selamat dan bisa membawa keceriaan di wajah penerimanya.

Older Post Terbaru